Sedikit flashback..
National Leadership Youth Camp, di sela-sela kepadatan jadwal di kepengurusan senat mahasiswa yang baru, dengan nasehat ibu untuk hati2 (takut aku terjerumus ke aliran yang aneh2! Haduh, dasar si ibu!), dan daftar yang mendekati dateline (17.58, padahal batasnya 18.00), akhirnya bisa juga aku ikut acara yang super dahsyat ini! Sangat menginspirasi dan sangat menambah variasi keterbukaan.
Diawali dengan perkenalan dengan teman2 baru NLYC, ketika itu aku agak merasa salah masuk, karena teman2 disana yang ikutan adalah akhwat2 dan ikhwan2 yang aktivis DKM gitu (kelihatannya), sedangkan aku orang biasa aja, yang masih kalo salaman sama laki2 sentuhan tangan, kalo manggil masih nyolek2, masih suka rebutan barang sama temen lain jenis, duduk sebelahan di bis sama temen cowo, pukul sana sini, dan hal-hal lain yang masih mencerminkan bahwa I’m not like all of people there! Bener-bener merasa anomaly di antara para ikhwan dan akhwat yang sangat menjaga disana. Heheuu.
Aku benar-benar bertekad dari awal untuk mengambil pelajaran sebanyak-banyaknya. Aku seorang pemimpin, tapi aku sangat mengenal diri aku sendiri, aku tahu aku bakal kehilangan arah kalo kemampuan soft skill aku nggak di charge! Aku berniat untuk focus me-recharge diri untuk persiapan memegang amanah sebagai ketua bidang 3 senat dan humas ISMKI (ikatan senat mahasiswa kedokteran Indonesia), Maka dari awal pemilihan presiden dan perwakilan rakyat pun aku pasif, sepanjang perjalanan materi pun aku pasif, karena dengan begitu aku bisa menyimpan materi secara optimal. J
Berbeda dengan pelatihan kepemimpinan yang pernah aku lakukan, NLYC bukan hanya membuat pesertanya berpikir seperti pemimpin, tetapi juga membuat kami menjadi Pembina! Disini, mataku pun terbuka sangat lebar, bertemu dengan orang dengan berbagai karakter dari berbagai universitas dan jurusan membuatku lebih memahami terutama untuk apa aku menjadi dokter! Jika dibandingkan dengan LKMM ISMKI, di LKMM aku merasa aku adalah pemimpin, dan aku punya cukup bekal sebagai pemimpin. Aku akan menjadi petinggi di bidang kesehatan, aku kenal IDI, Depkes, dan WHO, dan aku akan mengatur bagaimana dokter-dokter seharusnya. Aku akan bekerjasama dengan dokter-dokter yang lain, aku tidak tahu bagaimana kondisi sector lain di bidang kesehatan dan bahkan aku nggak tau bagaimana kondisi teman-teman kesehatan lain diluar kedokteran. Aku seorang pemimpin, dan aku wajib memiliki kompetensi sebagai pemimpin dan aku harus bisa membuat kebijakan yang baik dengan materi-materi yang sudah diberikan. Membuat suatu program bersama dengan kepemimpinan yang aku punya. Saklek! Hanya materi yang aku dapat. Namun di NLYC, aku merasa aku bagian dari Indonesia, aku melihat realita-realita yang ada di negaraku, aku tidak diberi materi, aku diberi fakta! Aku melihat Indonesia dari sisi pembicara. Aku merasa sepulangnya dari NLYC aku wajib membangun bangsa, membina orang, melakukan satu hal yang bersifat membina! Aku ingin semua maju, aku ingin kita semua memajukan semua sector bersama dengan saling berpegangan tangan, melangkah bersama dengan irama yang sama. Dengan keselarasan agama, alam, dan hubungan antar manusia, menurut prof. Akhmeloka, hidup akan mencapai keseimbangannya. Dengan rencana jangka panjang dan menengah yang dijelaskan oleh pak Taufik dari Bapennas, aku akan bisa membangun masyarakat kecilku secara bertahap seiring dengan rencana yang dibuat oleh pemerintah Indonesia. Dengan sejarah dan realita masa kini yang dijelaskan oleh Prof Mansyur, aku jadi tahu apa yang seharusnya aku lakukan saat ini berdasarkan sejarah yang ada. Sejarah itu penting, karena aku suka sejarah! Hehee. Sejarah itu penting, karena dengan sejarah, kita bisa melihat perkembangan yang sudah kita lakukan, statis ataukah dinamis. Aku harus tahu, apa sejarahku yang sesungguhnya! Aku mahasiswa kedokteran, dokter sutomo perintis kebangkitan bangsa, tapi dokter ga bisa sombong dengan itu,karena ternyata fakta sejarahnya tidak seperti itu. Sebagai mahasiswa, menurut Pak Ahmad Lubis sejatinya memang harus berkembang, tujuannya untuk apa? Selama ini hanya kepentingan pribadi, agar aku menjadi orang yang lebih berisi dan lebih berilmu, tapi sebenarnya untuk bangsa, agar setiap insan bisa bersaing dengan sumber daya manusia dari luar negeri. Disini sudah dimulai AFTA, setiap orang wajib untuk mengupgrade dirinya untuk menjaga persatuan nasional. Harus dilihat lagi, sebenarnya kita berkembang, kita berjuang, sebenarnya apa misi kita? Menurut pak Adi sasono tujuannya satu, membentuk masyarakat yang madani, adil, dan beradab. Seperti yang beliau bilang, “kerjakan yang kau tahu, nanti Allah akan ngasih tahu apa yang kamu nggak tahu”. Subhanallah bener banget, ketika kamu ragu untuk melangkah, tetapi kamu punya kompetensi di bidang itu, maju aja sebisamu! Semua lika-liku yang ada di dalamnya, hadapi aja sebisamu, nanti pun kamu akan belajar dari masalah yang kamu hadapi.
Ngomong2 masalah, aku jadi inget, aku pernah ngobrol sama salah seorang temanku, sebut saja Bela (bukan nama sebenarnya :p), ketika dia mendapat suatu musibah, dia diperkosa oleh temannya sendiri. Aku syok banget! Aku jika dihadapkan pada hal tersebut mungkin aku akan gila bahkan terpikir untuk bunuh diri. Tapi beliau tidak! Dia sangat tegar, dan bisa melaluinya, bahkan jadi pribadi yang semakin dewasa dan malah mendekatkan ketakwaannya. Dia bilang sama aku, “Ca, setiap orang dikasih masalahnya sendiri. Aku dikasih cobaan ini karena aku harus jadi dewasa dengan ini. Dan kamu dikasih masalah yang sekarang, supaya kamu dewasa dengan caramu sendiri. Mungkin menurut kamu masalah aku lebih berat daripada kamu, tapi lihat aja dari outputnya, mungkin dengan masalah yang lebih kecil itu kamu bisa lebih dewasa dari aku.” Dan itu benar!
Satu lagi, ketika aku ngobrol sama teh Putnad, dia bilang gini. “Cha, nyadar ga sih, tiap tahun tuh Allah akan ngasih kamu 1 atau 2 masalah (masalah besar maksudnya). Di AlQuran ada kok, di surat Attaubah, tapi teteh lupa ayatnya. Dan kalo kamu sadar, sebenernya tema masalahnya kebanyakan sama, misalnya taun kemaren kamu dikasih masalah keluarga, taun ini juga kamu dikasih masalah keluarga juga, tapi dengan level yang meningkat. Dengan gitu Allah ngasih kamu kesempatan untuk belajar.“ heuheuu, iya juga sih kalo di flash back in! Subhanallah ya, pelatihan2 sejenis LKMM dan NLYC ini sebenernya prinsipnya sama, mempersiapkan kita untuk menghadapi masalah kehidupan. Tapi aku merasa banget, pelatihan pun kurang! Karena nyatanya, ketika dihadapkan pada masalah pun aku tetep aja nangis, tetep aja down! hheuu..
tapi namanya juga pemimpin, pasti ada aja kekurangannya, sama aja dengan yang dipimpinnya, sang pemimpin pun orang biasa, yang kebetulan punya kemampuan yang lebih dari biasa. semangat teman2ku! Indonesia butuh kalian di masa mendatang. sampai jumpa 10taun lagi! kita akan memimpin negeri ini bersama2.. :)
Tampilkan postingan dengan label preparing for the future. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label preparing for the future. Tampilkan semua postingan
Minggu, 31 Januari 2010
Rabu, 30 Desember 2009
feedback for sema 2010
Banyak buku Benny Rahmadi (sebenernya gak bisa dibilang buku juga, soalnya isinya ilustrasi semua) yang menghibur dan cukup membuka mata saya terutama tentang betapa luasnya kehidupan. Ada “Lost in Bali” dan buku tentang karakteristik Orang Jakarta yang membuat saya tersenyum2 membacanya serta ditambah bumbu2 nyindir. :p Satu buku juga yang saya kutipkan adalah “Dari presiden ke presiden”. Buku ini bagus dan recommended buat para pemimpin2 terutama untuk kembali merecharge dan mengingatkan untuk apa menjadi pemimpin?
Buku part 1 tentang tingkah polah elite politik. Di dalamnya Benny membahas kepemimpinan 4 Presiden, Habibie, Gusdur, Mega, dan SBY dengan warna yang berbeda2. Saya mempointkan beberapa halaman yang menurut saya itulah realita yang ada bahkan di dunia perpolitikan mahasiswa.
“susahnya nyari pemimpin”
“ga semudah ngulek sambel kacang” (di ilustrasinya ada mbok2 lagi ngulek)
“padahal semuanya orang hebat, orang2 nomor 1”
“tetep aja orang kayak gw Cuma kebagian pedesnya”
Ganti presiden, berarti ganti kebijakan, bener ga? Berarti ganti yang ngulek, berarti yang dirasain rakyat kecil pun beda2, ada yang pedesnya doing, ada yang bawangnya doing, bahkan ada yang aromanya doang. Emang kapan sih kerasanya? Di awal pemerintahan semua orang euphoria, berharap ini adalah perbaikan buat nasib rakyat semua. Di tengah2 mulai ada intervensi orang luar, entah itu dari antek2nya kabinet lama atau dari kabinet yang baru mau mencalonkan untuk pemilihan selanjutnya (biasa, yg mau nyari2 kesalahan dulu biar punya power buat pemilu selanjutnya). Dan dengan intervensi itu juga rakyat pun mulai dipanas2i untuk menjadi kontra dan kritisi yang berlebihan. Di akhir2 mau turun makin banyak rakyat yang panas minta turun presidennya dan diganti yang baru. Dan ketika presiden yang baru naik, siklus tadi berulang lagi.
Kalo di perpolitikan kampus mah gak selebay ini, jadi memang gak bermasalah, Cuma yang harus paling diperhatikan, diawal dan di akhir. Begitu besar harapan mahasiswa dengan pemerintahan yang lebih baik lagi. Inget banget pas di awal kepengurusan kang andri yang masih banyak mahasiswa yang apatis dan kang andri mau mengubah itu semua dengan keaktifan 100%. Berhasil? Berhasil dong pastinya.. Dengan targetan tersebut, berarti kang andri menitik beratkan pemerintahannya di bidang kaderisasi dan UKM, benar? Benaar! =p Nah, bagaimana di akhirnya? Saya yang termasuk di dalamnya, gak terlalu merasakan adanya kesalahan. (biasalah, biasanya malah orang luar kan yang ngerasain kejanggalan2 dan kenegatifan itu). Tapi akhirnya mata, telinga, dan hati saya terbuka. Target boleh saja berhasil, tapi ternyata karena focus dengan itu, masalah baru pun muncul. Yang paling ekstreme itu yang habisnya dana kemahasiswaan. Kenapa? Yah, semua orang kayaknya udah tau factor utamanya. Dana yang direncanakan di proposal tahunan ga sama dengan yang dikeluarkan pas acaranya. Ga ada yang memfixkan ke rancangan anggaran proposal tahunan. Factor lain, banyak sekali perjalanan dan pendelegasian yang dilakukan setiap UKM dan seksi2, yang di proposal tahunan itu tidak pernah dicantumkan (karna hanya mencantumkan dana untuk program kerja saja) sehingga menurut saya menghabiskan hampir seperempat dana yang ada. Bayangin aja, satu seksi minimal ada 2 perjalanan, tiap perjalanan dilakukan oleh minimal 3orang, jadi minimal ada 6 orang di tiap seksi. Kalo ada 9seksi, berarti ada 54 orang yang didanai untuk perjalanan. Anggap aja 1 orang minta 1juta, jadi udah 54juta, bukan? Itu baru seksi, gimana dengan 18 UKM?
Ada lagi, konsumsi. Pada pembuatan proposal, dana yang diminta dengan barang yang diminta itu suatu hal yang beda, bukan? Padahal itu sama saja. Apa maksudnya? Jadi misalnya, saya buat proposal minta dana 10 juta, plus konsumsi untuk 100 orang (yang jika diuangkan menjadi 1juta misalnya). Nah, berarti saya minta dana bukan 10juta dong, tapi 11juta, iya ga? Tapi hal itu yang nggak diketahui mahasiswa, yang lagi2 membuat dana habis, walaupun hanya sekian persen.
Saya sendiri merasa sangat kecewa. Kenapa? Kalo ga salah, di proposal tahunan saya minta dana ratusan juta, tapi ketika saya mau menggunakan itu di akhir tahun untuk hublu expo, studi banding, munas, dan acara2 lainnya, saya nggak mendapatkannya. Memang salah saya juga, kenapa ga minta di awal2, tapi saya tetap merasa gak adil. Saya hanya menggunakan paling banyak 10juta, which means 5-10% dari total anggaran yang saya buat, itu sangat menghambat buat saya.
Memang sih, mahasiswa FK Unpad sudah terprogram punya dana kemahasiswaan yang cukup besar (bukan cukup lagi, tapi banyak banget), jadi susah untuk mereka untuk mandiri. Pengen banget belajar untuk mandiri, mungkin kita bisa belajar dari unud, yang sangat keren karena mereka sering membuat acara2 skala nasional dan internasional dengan dana yang besar dan mereka selalu bisa menutupi itu. Jangan jauh2 deh, belajar aja dari unisba, dana kemahasiswaan mereka bahkan ga sampe sepuluh persennya dari Unpad, tapi mereka bisa melakukan kegiatan2, kemahasiswaannya pun jalan. Itulah hal yang ingin saya capai di studi banding YANG TIDAK TERLAKSANA KARENA DANA. Mudah2an bisa dilaksanakan di tahun berikutnya oleh Ribonk dan kawan2.
Kecewa saya yang kedua, saya merasa saya sebagai hublu, anggota bidang tiga merasa di anak tirikan. Kenapa? Kemahasiswaan yang tidak seimbang menurut saya. Gak hanya saya, tapi semua seksi di bidang 3 merasakan hal itu. Kalo ibaratnya kamar tidur utama, ruang tidurnya itu diperuntukkan untuk bidang 1, sedangkan kamar mandinya untuk bidang 3. Saya merasa kegiatan social, kegiatan berhubungan, dan kegiatan informasi hanya sebagai pelengkap, bukan sebagai tempat orang mengeksplor diri seperti dilakukan di bidang 1, padahal itu penting bagi kami. Saya bukan ingin seksi2 di bidang 3 diberikan jatah di ruang tidurnya. Saya berharap senat pilih kamar tidur yang nggak punya kamar mandi, sehingga posisi setiap bidang sama, dan kaitan, kesinergisan, serta kekompakkan setiap bidang bisa lebih terasa. Semoga di pemerintahan selanjutnya, tidak ada lagi yang merasa ditirikan seperti kami. =p
Zaman Gusdur adalah zaman yang paling karut marut menurut saya. Dari mulai nepotisme. Waah, terkenal banget kan pas jaman itu, era nya bagi2 kekuasaan. Ckckckk, dari mulai utak-atik kursi di departemen2 sampai membuat banyak sekali badan2 dan dewan2 baru yang gak jelas esensi dan efektifannya buat apa. Kenapa? Karena banyaknya bisikan2 yang ada di belakang presiden itu sendiri. Apalagi presidennya kayak gitu, ngomong doang, no action, terbukti di rapor 100 harinya yang masih banyak sekali merahnya. Kalo di pemerintahan kampus saya, saya kira gak ada yang begini. Saya yakin kok di setiap diri ketua senat pasti memilih orang2 yang kira2 tepat untuk melanjutkan perjuangan orang2 sebelumnya. Begitu juga dengan ketua2 nya, dengan gaya kepemimpinan masing2, bisa memajukan FK Unpad dengan targetan dan caranya masing2.
Saya sebagai masyarakat FK Unpad sangat berharap terjadi kesinergisan di dalam SeMa selanjutnya dan tidak ada lagi ke”lose”an yang terjadi karena terlalu focus pada hal tertentu. Semoga berhasil Senat Mahasiswa 2010! =)
Buku part 1 tentang tingkah polah elite politik. Di dalamnya Benny membahas kepemimpinan 4 Presiden, Habibie, Gusdur, Mega, dan SBY dengan warna yang berbeda2. Saya mempointkan beberapa halaman yang menurut saya itulah realita yang ada bahkan di dunia perpolitikan mahasiswa.
“susahnya nyari pemimpin”
“ga semudah ngulek sambel kacang” (di ilustrasinya ada mbok2 lagi ngulek)
“padahal semuanya orang hebat, orang2 nomor 1”
“tetep aja orang kayak gw Cuma kebagian pedesnya”
Ganti presiden, berarti ganti kebijakan, bener ga? Berarti ganti yang ngulek, berarti yang dirasain rakyat kecil pun beda2, ada yang pedesnya doing, ada yang bawangnya doing, bahkan ada yang aromanya doang. Emang kapan sih kerasanya? Di awal pemerintahan semua orang euphoria, berharap ini adalah perbaikan buat nasib rakyat semua. Di tengah2 mulai ada intervensi orang luar, entah itu dari antek2nya kabinet lama atau dari kabinet yang baru mau mencalonkan untuk pemilihan selanjutnya (biasa, yg mau nyari2 kesalahan dulu biar punya power buat pemilu selanjutnya). Dan dengan intervensi itu juga rakyat pun mulai dipanas2i untuk menjadi kontra dan kritisi yang berlebihan. Di akhir2 mau turun makin banyak rakyat yang panas minta turun presidennya dan diganti yang baru. Dan ketika presiden yang baru naik, siklus tadi berulang lagi.
Kalo di perpolitikan kampus mah gak selebay ini, jadi memang gak bermasalah, Cuma yang harus paling diperhatikan, diawal dan di akhir. Begitu besar harapan mahasiswa dengan pemerintahan yang lebih baik lagi. Inget banget pas di awal kepengurusan kang andri yang masih banyak mahasiswa yang apatis dan kang andri mau mengubah itu semua dengan keaktifan 100%. Berhasil? Berhasil dong pastinya.. Dengan targetan tersebut, berarti kang andri menitik beratkan pemerintahannya di bidang kaderisasi dan UKM, benar? Benaar! =p Nah, bagaimana di akhirnya? Saya yang termasuk di dalamnya, gak terlalu merasakan adanya kesalahan. (biasalah, biasanya malah orang luar kan yang ngerasain kejanggalan2 dan kenegatifan itu). Tapi akhirnya mata, telinga, dan hati saya terbuka. Target boleh saja berhasil, tapi ternyata karena focus dengan itu, masalah baru pun muncul. Yang paling ekstreme itu yang habisnya dana kemahasiswaan. Kenapa? Yah, semua orang kayaknya udah tau factor utamanya. Dana yang direncanakan di proposal tahunan ga sama dengan yang dikeluarkan pas acaranya. Ga ada yang memfixkan ke rancangan anggaran proposal tahunan. Factor lain, banyak sekali perjalanan dan pendelegasian yang dilakukan setiap UKM dan seksi2, yang di proposal tahunan itu tidak pernah dicantumkan (karna hanya mencantumkan dana untuk program kerja saja) sehingga menurut saya menghabiskan hampir seperempat dana yang ada. Bayangin aja, satu seksi minimal ada 2 perjalanan, tiap perjalanan dilakukan oleh minimal 3orang, jadi minimal ada 6 orang di tiap seksi. Kalo ada 9seksi, berarti ada 54 orang yang didanai untuk perjalanan. Anggap aja 1 orang minta 1juta, jadi udah 54juta, bukan? Itu baru seksi, gimana dengan 18 UKM?
Ada lagi, konsumsi. Pada pembuatan proposal, dana yang diminta dengan barang yang diminta itu suatu hal yang beda, bukan? Padahal itu sama saja. Apa maksudnya? Jadi misalnya, saya buat proposal minta dana 10 juta, plus konsumsi untuk 100 orang (yang jika diuangkan menjadi 1juta misalnya). Nah, berarti saya minta dana bukan 10juta dong, tapi 11juta, iya ga? Tapi hal itu yang nggak diketahui mahasiswa, yang lagi2 membuat dana habis, walaupun hanya sekian persen.
Saya sendiri merasa sangat kecewa. Kenapa? Kalo ga salah, di proposal tahunan saya minta dana ratusan juta, tapi ketika saya mau menggunakan itu di akhir tahun untuk hublu expo, studi banding, munas, dan acara2 lainnya, saya nggak mendapatkannya. Memang salah saya juga, kenapa ga minta di awal2, tapi saya tetap merasa gak adil. Saya hanya menggunakan paling banyak 10juta, which means 5-10% dari total anggaran yang saya buat, itu sangat menghambat buat saya.
Memang sih, mahasiswa FK Unpad sudah terprogram punya dana kemahasiswaan yang cukup besar (bukan cukup lagi, tapi banyak banget), jadi susah untuk mereka untuk mandiri. Pengen banget belajar untuk mandiri, mungkin kita bisa belajar dari unud, yang sangat keren karena mereka sering membuat acara2 skala nasional dan internasional dengan dana yang besar dan mereka selalu bisa menutupi itu. Jangan jauh2 deh, belajar aja dari unisba, dana kemahasiswaan mereka bahkan ga sampe sepuluh persennya dari Unpad, tapi mereka bisa melakukan kegiatan2, kemahasiswaannya pun jalan. Itulah hal yang ingin saya capai di studi banding YANG TIDAK TERLAKSANA KARENA DANA. Mudah2an bisa dilaksanakan di tahun berikutnya oleh Ribonk dan kawan2.
Kecewa saya yang kedua, saya merasa saya sebagai hublu, anggota bidang tiga merasa di anak tirikan. Kenapa? Kemahasiswaan yang tidak seimbang menurut saya. Gak hanya saya, tapi semua seksi di bidang 3 merasakan hal itu. Kalo ibaratnya kamar tidur utama, ruang tidurnya itu diperuntukkan untuk bidang 1, sedangkan kamar mandinya untuk bidang 3. Saya merasa kegiatan social, kegiatan berhubungan, dan kegiatan informasi hanya sebagai pelengkap, bukan sebagai tempat orang mengeksplor diri seperti dilakukan di bidang 1, padahal itu penting bagi kami. Saya bukan ingin seksi2 di bidang 3 diberikan jatah di ruang tidurnya. Saya berharap senat pilih kamar tidur yang nggak punya kamar mandi, sehingga posisi setiap bidang sama, dan kaitan, kesinergisan, serta kekompakkan setiap bidang bisa lebih terasa. Semoga di pemerintahan selanjutnya, tidak ada lagi yang merasa ditirikan seperti kami. =p
Zaman Gusdur adalah zaman yang paling karut marut menurut saya. Dari mulai nepotisme. Waah, terkenal banget kan pas jaman itu, era nya bagi2 kekuasaan. Ckckckk, dari mulai utak-atik kursi di departemen2 sampai membuat banyak sekali badan2 dan dewan2 baru yang gak jelas esensi dan efektifannya buat apa. Kenapa? Karena banyaknya bisikan2 yang ada di belakang presiden itu sendiri. Apalagi presidennya kayak gitu, ngomong doang, no action, terbukti di rapor 100 harinya yang masih banyak sekali merahnya. Kalo di pemerintahan kampus saya, saya kira gak ada yang begini. Saya yakin kok di setiap diri ketua senat pasti memilih orang2 yang kira2 tepat untuk melanjutkan perjuangan orang2 sebelumnya. Begitu juga dengan ketua2 nya, dengan gaya kepemimpinan masing2, bisa memajukan FK Unpad dengan targetan dan caranya masing2.
Saya sebagai masyarakat FK Unpad sangat berharap terjadi kesinergisan di dalam SeMa selanjutnya dan tidak ada lagi ke”lose”an yang terjadi karena terlalu focus pada hal tertentu. Semoga berhasil Senat Mahasiswa 2010! =)
Be a great Wife! (pArt 2)
# 5. PEKA UNTUK MEMINTA RIDHA DARI SUAMI, PERASAANNYA KUAT DAN TAJAM, RELA BERKORBAN, MENDAHULUKAN SUAMINYA DIBANDINGKAN DIRINYA. Maksudnya dia peka terhadap apa yang terjadi pada suami, jangan cuek aja kalo suami punya masalah. Memberikan semangat dan pundaknya, karena pundak istri sangat dibutuhkan seorang suami. Lalu nyambung dengan emansipasi wanita, seorang wanita karir pun pasti sangat mengetahui bagaimana posisinya terhadap suami. Hanya wanita arogan lah yang mendahulukan kepentingannya, seperti bekerja terlalu keras, yang akan menghancurkan rumah tangganya sendiri. Satu lagi yang perlu diperhatikan, istri yang baik tidak akan membawa kejelekan suaminya atau rumah tangganya keluar, bahkan ke orangtua sekalipun. Nah, yang ini mungkin agak susah ya. Kalo ada apa2, bawaannya kan pengen cerita ke orang lain dan pengen mencari ketenangan. Aku sendiri pasti cerita sama ibu kalo ada sesuatu. Kalo gitu, dipersempit, boleh cerita kepada orang yang tertutup, seperti ibu.
# 6. HEMAT, TIDAK BOROS, INTINYA PANDAI MENGATUR KEUANGAN, TIDAK BERLEBIHAN JUGA DALAM HAL PAKAIAN, PERHIASAN, DAN JAJANAN. Setuju banget! Tapi suami juga harus member dengan porsi yang pas juga. Wanita itu fleksibel (kalo aku sih ngerasanya gitu), ketika dikasih pas-pasan, yang dipakai pun pas-pasan, dan ketika dikasih cukup banyak, yang dipakai pun akan sesuai. Nah, untuk pakaian perhiasan, jajanan, berlebihan itu relative. Kalo jadi istri pejabat, it’s a must. Kalo jadi istri dokter, yah minimal punya stel-an yang bisa dipake untuk pertemuan2 dokter. Berelbihan disini maksudnya bukan jajan ini itu untuk dipamerkan kayak di sinetron2. Kan di sinetron mah gitu ya? Ibu2 arisan ngumpul, pada pamer berlian2 baru, heheuu. Beli perhiasan boleh, karena pada dasarnya wanita senang akan perhiasan dan keindahan, tapi bukan beli atas dasar gengsi2an.
# 7. MEMPERHATIKAN KECANTIKAN DIRI, MERAWAT DAN MENGHARUMKAN RUMAH, DAN MEMBUAT RUMAH JADI NYAMAN. Biasanya anak kosan nih yang udah akan terbiasa akan mengindahkan, merapikan, dan membersihkan rumahnya sendiri. Bukan itu aja, aku pribadi merasakan sekali menjadi anak kosan itu belajar nyuci, belajar masak makanan rumah (apalagi kalo duit lagi tipis! Hehee), belajar kerumah tanggaan lah. Apa yang ga boleh, cara-cara nyetrika yang bener, cara2 menata piring2 dan gelas di lemari, cara menata meja makan, itu juga dipelajari, tapi bukan di kosan tentunya, itu dipelajari di rumah. Makanya, kalo di rumah sering2 bantu ibunya yah, kawan! Hohoo. Nah, untuk kecantikan diri, seiring menjadi dewasa, itu hal yang harfiah kok. Apalagi kalo lagi falling in love, wuiiih, pasti merawat diri dan mempercantik diri abis-abisan! Nah, kalo udah jadi pasangan suami istri harus tetap dijaga tuh perasaan falling in love nya, supaya si istri akan selalu merasa jatuh cinta setiap hari dan berusaha selalu tampil cantik di depan suami. :p
# 8. BERTERIMAKASIH KEPADA SUAMI ATAS KERJA KERASNYA, SELALU MENDOAKAN SUAMI, DAN BERBAKTI KEPADA KELUARGA SUAMI. Yang ini nih, belum kepikiran gimana. Belum kebayang kalo belum jadi istri! Hehee. mungkin bisa tercermin dari kehidupan sehari-hari kali ya. Kalo orangtua atau ada orang yang berbuat baik ke kita, atau member sesuatu ke kita, selalu ucapkan terima kasih dan memberikan pujian. Jangan gengsi2 ngomong.
# 9. SABAR, SELALU BERBUAT BAIK DENGAN TIDAK MENGHARAPKAN IMBALAN, MENJAGA WAKTU DAN MENGERTI UNTUK APA, DAN MENGAJAK PEREMPUAN2 LAIN UNTUK SELALU BAIK. Sabar, nah loh.. udah berumah tangga nanti yang dipikirin lebih banyak lagi kan? Suami, anak-anak yang lagi nakal2nya, belum lagi urusan bersosialisasi, dll. Wah, emang ya sifat temperamen itu harus diredam dari sekarang, kalo tidak bisa kebawa sampe berumah tangga. Selalu berbuat baik, yaa ini mah kesadaran pribadi masing2 bagaimana seharusnya berbuat baik kepada semua orang. Menjaga dan menghargai waktu, pastinya. Jangan memilih istri yang sering menghabiskan waktunya di mall dan jalan2. Jalan2 boleh, tapi sekedarnya saja. Bukan yang setiap hari jajan, makan, nonton ke mall. Beruntung cewe2 jatinangor jauh dari mall, jadi kebentuk untuk mengurangi sifat konsumtif dan main2. Sesekali boleh lah main ke bandung, jajan ke sushi tei, tapi gak setiap minggu juga. Fleksibel dalam menggunakan waktu, tapu juga tidak lupa untuk bergaul. Menurut saya yang sekarang adalah mahasiswa, mahasiswa yang baik, selain belajar, lebih baik difokuskan ke kegiatan kemahasiswaan. Entah itu di UKM2 ataupun di poros pergerakannya. Daripada waktunya dihabiskan untuk main dan menghabiskan uang. :p
# 10. MENJADIKAN PESAN UMMU ILYAS SEBAGAI METODE PRAKTISNYA. Pesennya Ummu Ilyas ada 10. Emang praktis, karna ada dalam tataran teknis, kita tinggal melakukan saja. Kesepuluh itu intinya memperlakukan dengan baik, mendengarkan dan menaatinya, menjaga dirimu dan dirinya, memelihara waktu makan dan tidurnya, menjaga harta, dan mengayomi keluarganya, dan menjaga rahasianya.
Super wife lah kalo ada wanita yang bisa 100% kayak gini tanpa cacat! Ckckckk. Tapi ya, setelah ditelaah telaah, ga ada loh yang tulisan yang menunjukkan harus bisa masak! Padahal aku udah belajar loh! Hahaa.
Ah, ga seru kalo Cuma dari sisi perempuan, ntar aku baca yang be a great husband biar seimbang!
Oh iya jadi inget, ada sekolah pra nikah, yang rutin dibuat sama ITB. Mungkin isinya sama dengan buku-buku persiapan nikah yang ada di toko2 buku, kalo mau daftar biasanya dia ada di awal tahun dan tengah tahun, bulan februari atau agustus.
# 6. HEMAT, TIDAK BOROS, INTINYA PANDAI MENGATUR KEUANGAN, TIDAK BERLEBIHAN JUGA DALAM HAL PAKAIAN, PERHIASAN, DAN JAJANAN. Setuju banget! Tapi suami juga harus member dengan porsi yang pas juga. Wanita itu fleksibel (kalo aku sih ngerasanya gitu), ketika dikasih pas-pasan, yang dipakai pun pas-pasan, dan ketika dikasih cukup banyak, yang dipakai pun akan sesuai. Nah, untuk pakaian perhiasan, jajanan, berlebihan itu relative. Kalo jadi istri pejabat, it’s a must. Kalo jadi istri dokter, yah minimal punya stel-an yang bisa dipake untuk pertemuan2 dokter. Berelbihan disini maksudnya bukan jajan ini itu untuk dipamerkan kayak di sinetron2. Kan di sinetron mah gitu ya? Ibu2 arisan ngumpul, pada pamer berlian2 baru, heheuu. Beli perhiasan boleh, karena pada dasarnya wanita senang akan perhiasan dan keindahan, tapi bukan beli atas dasar gengsi2an.
# 7. MEMPERHATIKAN KECANTIKAN DIRI, MERAWAT DAN MENGHARUMKAN RUMAH, DAN MEMBUAT RUMAH JADI NYAMAN. Biasanya anak kosan nih yang udah akan terbiasa akan mengindahkan, merapikan, dan membersihkan rumahnya sendiri. Bukan itu aja, aku pribadi merasakan sekali menjadi anak kosan itu belajar nyuci, belajar masak makanan rumah (apalagi kalo duit lagi tipis! Hehee), belajar kerumah tanggaan lah. Apa yang ga boleh, cara-cara nyetrika yang bener, cara2 menata piring2 dan gelas di lemari, cara menata meja makan, itu juga dipelajari, tapi bukan di kosan tentunya, itu dipelajari di rumah. Makanya, kalo di rumah sering2 bantu ibunya yah, kawan! Hohoo. Nah, untuk kecantikan diri, seiring menjadi dewasa, itu hal yang harfiah kok. Apalagi kalo lagi falling in love, wuiiih, pasti merawat diri dan mempercantik diri abis-abisan! Nah, kalo udah jadi pasangan suami istri harus tetap dijaga tuh perasaan falling in love nya, supaya si istri akan selalu merasa jatuh cinta setiap hari dan berusaha selalu tampil cantik di depan suami. :p
# 8. BERTERIMAKASIH KEPADA SUAMI ATAS KERJA KERASNYA, SELALU MENDOAKAN SUAMI, DAN BERBAKTI KEPADA KELUARGA SUAMI. Yang ini nih, belum kepikiran gimana. Belum kebayang kalo belum jadi istri! Hehee. mungkin bisa tercermin dari kehidupan sehari-hari kali ya. Kalo orangtua atau ada orang yang berbuat baik ke kita, atau member sesuatu ke kita, selalu ucapkan terima kasih dan memberikan pujian. Jangan gengsi2 ngomong.
# 9. SABAR, SELALU BERBUAT BAIK DENGAN TIDAK MENGHARAPKAN IMBALAN, MENJAGA WAKTU DAN MENGERTI UNTUK APA, DAN MENGAJAK PEREMPUAN2 LAIN UNTUK SELALU BAIK. Sabar, nah loh.. udah berumah tangga nanti yang dipikirin lebih banyak lagi kan? Suami, anak-anak yang lagi nakal2nya, belum lagi urusan bersosialisasi, dll. Wah, emang ya sifat temperamen itu harus diredam dari sekarang, kalo tidak bisa kebawa sampe berumah tangga. Selalu berbuat baik, yaa ini mah kesadaran pribadi masing2 bagaimana seharusnya berbuat baik kepada semua orang. Menjaga dan menghargai waktu, pastinya. Jangan memilih istri yang sering menghabiskan waktunya di mall dan jalan2. Jalan2 boleh, tapi sekedarnya saja. Bukan yang setiap hari jajan, makan, nonton ke mall. Beruntung cewe2 jatinangor jauh dari mall, jadi kebentuk untuk mengurangi sifat konsumtif dan main2. Sesekali boleh lah main ke bandung, jajan ke sushi tei, tapi gak setiap minggu juga. Fleksibel dalam menggunakan waktu, tapu juga tidak lupa untuk bergaul. Menurut saya yang sekarang adalah mahasiswa, mahasiswa yang baik, selain belajar, lebih baik difokuskan ke kegiatan kemahasiswaan. Entah itu di UKM2 ataupun di poros pergerakannya. Daripada waktunya dihabiskan untuk main dan menghabiskan uang. :p
# 10. MENJADIKAN PESAN UMMU ILYAS SEBAGAI METODE PRAKTISNYA. Pesennya Ummu Ilyas ada 10. Emang praktis, karna ada dalam tataran teknis, kita tinggal melakukan saja. Kesepuluh itu intinya memperlakukan dengan baik, mendengarkan dan menaatinya, menjaga dirimu dan dirinya, memelihara waktu makan dan tidurnya, menjaga harta, dan mengayomi keluarganya, dan menjaga rahasianya.
Super wife lah kalo ada wanita yang bisa 100% kayak gini tanpa cacat! Ckckckk. Tapi ya, setelah ditelaah telaah, ga ada loh yang tulisan yang menunjukkan harus bisa masak! Padahal aku udah belajar loh! Hahaa.
Ah, ga seru kalo Cuma dari sisi perempuan, ntar aku baca yang be a great husband biar seimbang!
Oh iya jadi inget, ada sekolah pra nikah, yang rutin dibuat sama ITB. Mungkin isinya sama dengan buku-buku persiapan nikah yang ada di toko2 buku, kalo mau daftar biasanya dia ada di awal tahun dan tengah tahun, bulan februari atau agustus.
Be a great Wife! (pArt 1)
Aku melihat Buku ini ada diatas keyboard di rumahku. Inget banget, ini buku dipinjemin temennya si ibu waktu aku lagi nemenin si ibu main ke rumahnya, katanya biar ga bosen, baca aja tuh buku! Hehee. dulu ga aku baca banget, aku kasih ke bule’ku yang mau nikah supaya dia baca. Dan sekarang, buku itu kembali lagi ke tanganku, apa artinya memang aku harus baca? Hmm..
Siap ga siap, mau ga mau, jodoh itu akan datang. Kalo jodohnya lama, ya ga masalah, masih bisa nyiapin diri, tapi kalo jodohnya cepet, gimana? Sebagai kaum hawa, meskipun kita menunggu ada yang datang, kita juga harus ikhtiar, ya toh? Jadi ya ga masalah, dari sekarang mulai baca-baca buku yang beginian biar berilmu keistrian, biar ga salah jalur.
Di buku ini, ada 20 karakteristik great wife, tapi banyak yang sejenis, jadi dirangkum2 sama aku jadi Cuma 10 poin, dan ini udah disentuh sama aku, jadi udah ga orisinil. Kalo menurut saya, jika memenuhi seluruh poinnya, bukan hanya jadi sekedar great wife, tapi super wife! Kenapa? Check this story out, supaya bisa ngerti kenapa super wife.
# 1. KONSISTEN DALAM MENJALANKAN AGAMA ALLAH LAHIR DAN BATIN, TANPA RAGU, MALAS, ATAUPUN NAFSU. TIDAK ADA MASALAH ANTARA DIRINYA DAN SUAMINYA DALAM HAL KETAATAN TERHADAP ALLAH DAN RASUL. SENANTIASA BERIBADAH, BERZIKIR, SEIMBANG DUNIA DAN AKHIRAT. Jelas sekali, agama adalah hal yang utama. Sholehah! Siapa yang tidak mau istri solehah? Istri yang beragama adalah perhiasan dunia yang terbaik (HR. Muslim). Makna sholehah sendiri bagaimana? Dia menjaga dirinya diluar ataupun di dalam rumah, senantiasa shalat malam dan membangunkan suaminya untuk bersama-sama shalat malam, melahirkan anak-anak yang shaleh dan bermanfaat dunia akhirat. Trus, apa yang bisa kita lakukan? Belajar, dan terus belajar tentang agama. Sampai saat ini, meskipun kakek saya adalah ulama, om saya adalah ustadz, keluarga saya dari islam yang kuat tapi fleksibel, dan saya juga keluaran semi pesantren, saya sendiri menyadari, masih kurangnya pengetahuan saya tentang agama. Bagaimana saya bisa mendidik anak-anak saya dengan pengetahuan yang hanya segini saja? Subhanallah. Lalu apa lagi yang bisa kita lakukan? Menjaga diri. Yak benar sekali! Menjaga dari terjerumusnya diri kedalam pergaulan yang bebas. Hal itu dekat sekali dengan kita, dunia gemerlap (wah, ini aja saya udah tidak asing lagi dengan isinya, wong pernah! Hehee.), kissing, minum, petting, bahkan sampai berhubungan. Hal kecil, berpegangan tangan (dengan nafsu maksudnya) aja bisa sampe kemana-mana, ya kan? Wallahu alam.
# 2. AKHLAKNYA BAIK, SIKAPNYA TENANG, LEMBUT DAN FLEKSIBEL, UCAPANNYA BAGUS, SEDERHANA, KONSISTEN, TIDAK DENGKI DAN DENDAM, TIDAK MEMBANGKANG PERINTAH SUAMINYA, DAN TIDAK SOMBONG. Suami ingin mendengar kata-kata rindu, syukur, cinta dan kelembutan seorang istri. Wajar sih emang. Udah cape2 seharian kerja, pengennya di rumah di lembutin, dimanja, disenangi lah pokoknya. Suara wanita yang manja juga penting loh. Buat wanita, mandiri boleh, tapi tetep harus merendah jika bersama suami. Maksudnya merendah itu bukan yang negative, tapi selalu membuat suaminya merasa dihargai. Wahwah, makanya, dibelakang laki-laki yang hebat ada perempuan yang hebat. Perempuan lah tempat berlabuhnya suami, juga tempat pijakan kebahagiaan suami. Maka istri yang baik, akan selalu menjaga kebahagiaan suami. Tapi dengan catatan, suami juga harus membahagiakan, menyayangi, dan melindungi istri.
# 3. MENUNTUT ILMU, MENGETAHUI KEDUDUKAN ILMU, KEUTAMAAN, SERTA URGENSINYA, DAN MENGAMALKAN ILMU TERSEBUT, JUGA MEMILIHKAN ILMU2 YANG BAIK KEPADA ANAK2NYA. Jadi inget kata-kata dokter elsa, “nanti kalo kamu sudah punya anak, jangan ngasih anak ke baby sitter ato pembantu. Nanti pola pikirnya jadi pola pikir si pembantunya, yang diajarin ntar yang diketahui sama si pembantunya! Kalopun ada pembantu, dipake seadanya aja. Jangan pilih pembantu yang pinter, pilih aja yang bodoh, nanti diajarin dulu sama kamu, jadi pas ngurusin anak kamu, dia udah pake pola pikir yang kamu ajarin”. Uooo, jadi ibu harus pandai, no. 1 tadi udah cerdas agama, no.2 cerdas menyenangkan hati suami, nah no. 3 ini cerdas dalam berilmu, berwawasan luas, nyambung kalo duduk dimana aja, tapi tetep punya ilmu yang dia kuasai. Kalo dokter misalnnya, dia punya ilmu kedokteran dan mengamalkannya. Tetapi dia juga harus update berita dan isu hangat yang terjadi, tau jenis music dan film yang lagi popular, dan bisa diajak berdiskusi masalah kebudayaan. Pokoknya all in one. Kalo dari mahasiswanya atau dari kecil udah dibiasakan update Koran atau breaking news, pasti udah dewasanya juga kebawa. Mendidik anak, itu gampang-gampang susah katanya. Gampangnya kita bisa nentuin dan milih ilmu apa yang mesti didapat oleh si anak. Ilmu agama itu paling penting. Nah, susahnya adalah pengaruh lingkungan! Duhh, apalagi pergaulan anak2 jaman sekarang. Susah banget diawasinya. Nah, biasanya pola mendidik anak, secara tidak langsung akan dipelajari dari bagaimana orangtuanya mendidik dirinya. Saya misalnya, dididik oleh orangtua saya seperti ini, dan saya rasa ini berhasil untuk membentuk diri saya, sehingga saya akan menerapkan ini kepada anak saya. Dan biasanya, membentuk diri anak2 itu adalah seorang ibu, bukan ayah. Maka buat suami, pilih istri yang berakhlak baik dan yang dia inginkan anak-anaknya seperti ibunya.
# 4. MENGERTI KEDUDUKAN SUAMI YANG TELAH DIGARISKAN ISLAM, BIJAKSANA, MENUNAIKKAN KEWAJIBANNYA SESEMPURNA MUNGKIN SEBAGAI IBADAH TERHADAP ALLAH. Segala perintah suami yang tidak bertentangan dengan agama adalah wajib bagi istri. Ini hal yang harus dipahami. Perempuan kota, cenderung menganggap ini sebagai suatu kekangan. Padahal tidak. Perempuan butuh imam, sebelum memiliki imam, perempuan punya orangtua yang harus diimami. Perempuan adalah pengikut, tetapi pada jalan yang tepat. Jika dirasa jalannya tidak tepat, perempuan berhak menunjukkan kompas kepada sang imam, dan ketika sudah terlanjur salah, istri berkewajiban untuk membantu mencari arah. Walaupun seorang istri menjadi direktur di kantornya, di rumah dia tetap seorang istri, bukan seorang pemimpin. Saya sendiri paham betul dengan ini, melihat dari kedua orangtua saya, jika ayah saya bilang tidak, walaupun si ibu ngomel2, beliau tetep nurut dan menjalankan apa kata ayah.
Siap ga siap, mau ga mau, jodoh itu akan datang. Kalo jodohnya lama, ya ga masalah, masih bisa nyiapin diri, tapi kalo jodohnya cepet, gimana? Sebagai kaum hawa, meskipun kita menunggu ada yang datang, kita juga harus ikhtiar, ya toh? Jadi ya ga masalah, dari sekarang mulai baca-baca buku yang beginian biar berilmu keistrian, biar ga salah jalur.
Di buku ini, ada 20 karakteristik great wife, tapi banyak yang sejenis, jadi dirangkum2 sama aku jadi Cuma 10 poin, dan ini udah disentuh sama aku, jadi udah ga orisinil. Kalo menurut saya, jika memenuhi seluruh poinnya, bukan hanya jadi sekedar great wife, tapi super wife! Kenapa? Check this story out, supaya bisa ngerti kenapa super wife.
# 1. KONSISTEN DALAM MENJALANKAN AGAMA ALLAH LAHIR DAN BATIN, TANPA RAGU, MALAS, ATAUPUN NAFSU. TIDAK ADA MASALAH ANTARA DIRINYA DAN SUAMINYA DALAM HAL KETAATAN TERHADAP ALLAH DAN RASUL. SENANTIASA BERIBADAH, BERZIKIR, SEIMBANG DUNIA DAN AKHIRAT. Jelas sekali, agama adalah hal yang utama. Sholehah! Siapa yang tidak mau istri solehah? Istri yang beragama adalah perhiasan dunia yang terbaik (HR. Muslim). Makna sholehah sendiri bagaimana? Dia menjaga dirinya diluar ataupun di dalam rumah, senantiasa shalat malam dan membangunkan suaminya untuk bersama-sama shalat malam, melahirkan anak-anak yang shaleh dan bermanfaat dunia akhirat. Trus, apa yang bisa kita lakukan? Belajar, dan terus belajar tentang agama. Sampai saat ini, meskipun kakek saya adalah ulama, om saya adalah ustadz, keluarga saya dari islam yang kuat tapi fleksibel, dan saya juga keluaran semi pesantren, saya sendiri menyadari, masih kurangnya pengetahuan saya tentang agama. Bagaimana saya bisa mendidik anak-anak saya dengan pengetahuan yang hanya segini saja? Subhanallah. Lalu apa lagi yang bisa kita lakukan? Menjaga diri. Yak benar sekali! Menjaga dari terjerumusnya diri kedalam pergaulan yang bebas. Hal itu dekat sekali dengan kita, dunia gemerlap (wah, ini aja saya udah tidak asing lagi dengan isinya, wong pernah! Hehee.), kissing, minum, petting, bahkan sampai berhubungan. Hal kecil, berpegangan tangan (dengan nafsu maksudnya) aja bisa sampe kemana-mana, ya kan? Wallahu alam.
# 2. AKHLAKNYA BAIK, SIKAPNYA TENANG, LEMBUT DAN FLEKSIBEL, UCAPANNYA BAGUS, SEDERHANA, KONSISTEN, TIDAK DENGKI DAN DENDAM, TIDAK MEMBANGKANG PERINTAH SUAMINYA, DAN TIDAK SOMBONG. Suami ingin mendengar kata-kata rindu, syukur, cinta dan kelembutan seorang istri. Wajar sih emang. Udah cape2 seharian kerja, pengennya di rumah di lembutin, dimanja, disenangi lah pokoknya. Suara wanita yang manja juga penting loh. Buat wanita, mandiri boleh, tapi tetep harus merendah jika bersama suami. Maksudnya merendah itu bukan yang negative, tapi selalu membuat suaminya merasa dihargai. Wahwah, makanya, dibelakang laki-laki yang hebat ada perempuan yang hebat. Perempuan lah tempat berlabuhnya suami, juga tempat pijakan kebahagiaan suami. Maka istri yang baik, akan selalu menjaga kebahagiaan suami. Tapi dengan catatan, suami juga harus membahagiakan, menyayangi, dan melindungi istri.
# 3. MENUNTUT ILMU, MENGETAHUI KEDUDUKAN ILMU, KEUTAMAAN, SERTA URGENSINYA, DAN MENGAMALKAN ILMU TERSEBUT, JUGA MEMILIHKAN ILMU2 YANG BAIK KEPADA ANAK2NYA. Jadi inget kata-kata dokter elsa, “nanti kalo kamu sudah punya anak, jangan ngasih anak ke baby sitter ato pembantu. Nanti pola pikirnya jadi pola pikir si pembantunya, yang diajarin ntar yang diketahui sama si pembantunya! Kalopun ada pembantu, dipake seadanya aja. Jangan pilih pembantu yang pinter, pilih aja yang bodoh, nanti diajarin dulu sama kamu, jadi pas ngurusin anak kamu, dia udah pake pola pikir yang kamu ajarin”. Uooo, jadi ibu harus pandai, no. 1 tadi udah cerdas agama, no.2 cerdas menyenangkan hati suami, nah no. 3 ini cerdas dalam berilmu, berwawasan luas, nyambung kalo duduk dimana aja, tapi tetep punya ilmu yang dia kuasai. Kalo dokter misalnnya, dia punya ilmu kedokteran dan mengamalkannya. Tetapi dia juga harus update berita dan isu hangat yang terjadi, tau jenis music dan film yang lagi popular, dan bisa diajak berdiskusi masalah kebudayaan. Pokoknya all in one. Kalo dari mahasiswanya atau dari kecil udah dibiasakan update Koran atau breaking news, pasti udah dewasanya juga kebawa. Mendidik anak, itu gampang-gampang susah katanya. Gampangnya kita bisa nentuin dan milih ilmu apa yang mesti didapat oleh si anak. Ilmu agama itu paling penting. Nah, susahnya adalah pengaruh lingkungan! Duhh, apalagi pergaulan anak2 jaman sekarang. Susah banget diawasinya. Nah, biasanya pola mendidik anak, secara tidak langsung akan dipelajari dari bagaimana orangtuanya mendidik dirinya. Saya misalnya, dididik oleh orangtua saya seperti ini, dan saya rasa ini berhasil untuk membentuk diri saya, sehingga saya akan menerapkan ini kepada anak saya. Dan biasanya, membentuk diri anak2 itu adalah seorang ibu, bukan ayah. Maka buat suami, pilih istri yang berakhlak baik dan yang dia inginkan anak-anaknya seperti ibunya.
# 4. MENGERTI KEDUDUKAN SUAMI YANG TELAH DIGARISKAN ISLAM, BIJAKSANA, MENUNAIKKAN KEWAJIBANNYA SESEMPURNA MUNGKIN SEBAGAI IBADAH TERHADAP ALLAH. Segala perintah suami yang tidak bertentangan dengan agama adalah wajib bagi istri. Ini hal yang harus dipahami. Perempuan kota, cenderung menganggap ini sebagai suatu kekangan. Padahal tidak. Perempuan butuh imam, sebelum memiliki imam, perempuan punya orangtua yang harus diimami. Perempuan adalah pengikut, tetapi pada jalan yang tepat. Jika dirasa jalannya tidak tepat, perempuan berhak menunjukkan kompas kepada sang imam, dan ketika sudah terlanjur salah, istri berkewajiban untuk membantu mencari arah. Walaupun seorang istri menjadi direktur di kantornya, di rumah dia tetap seorang istri, bukan seorang pemimpin. Saya sendiri paham betul dengan ini, melihat dari kedua orangtua saya, jika ayah saya bilang tidak, walaupun si ibu ngomel2, beliau tetep nurut dan menjalankan apa kata ayah.
Langganan:
Postingan (Atom)