Jumat, 12 November 2010
bersyukurlah menjadi wanita, dan berusaha agar selalu menjadi yang baik bagi orang2 sekitar
Masuklah ke dalam syurga lewat pintu mana saja kamu suka
Seseorang baru saja pulang dari luar kota, setelah tiba di hadapan Rosululloh kemudian dia bersujud. Rosululloh pun melarangnya kemudian bersabda,”jika aku boleh memerintahklan manusia untuk bersujud pada manusia yang lain. Pasti ku perintaqhkan para istri untuk bersujud pada suaminya karena besarnya hak suami”
Alhamdulillah segala puji hanya bagi ALLOH atas kasih sayangnya secarik kata ini bisa selesai dan semoga bermanfaat. Sholawat serta salam semoga tercurah selalu kepada nabi Muhammad SAW, dengan suri tauladan yang ditampilkan beliau telah membuktikan bahwa hidup itu nikmat, sebagaimana nikmat iman ini. Lalu kenapa masih ada orang yang mengeluh. Amalan sunnah itu berat, berjilbab itu harus siap hati, sedekah nunggu uang longgar. Ya ibaratnya sama seperti makan soto. Kalau kita makan dagingnya tok ya rasanya Cuma daging, ada enaknya ada gaknya, makan kecambahnya tok apa lagi, lebih-lebih Cuma minum kuahnya. Yah. Soto baru terasa begitu nikmat ketika daging, bumbu, kuah, kecambah, krupuk dan lain-lain menjadi satu. Dan itu kiranya nikmat ber-Islam, insya ALLOH teman-teman akan merasakannya setelah satu-persatu coba dijalani.
Seorang kakak menghilangkan sepatu milik adik perempuannya. Sebagai konsekuensinya setiap hari dia harus berangkat telat karena bergantian sepatu dengan adiknya.
Teman-teman, terlahir sebagai seorang perempuan bukanlah pilihan, sebagaimana lahirnya seorang bayi laki-laki. Dan itu tidak bisa dirubah lagi, berbeda dengan kekayaan yang kita bisa mengusahakannya, keilmuwan yang kita bisa mendalaminya atau penampilan yang kita bisa menyesuaikannya.
Adanya isu emansipasi wanita, wanita karier dan lain lagi bukanlah suatu bukti bahwa perempuan begitu tidak berarti sehingga harus diekspos secara khusus. Keberadaan kalian adalah kebutuhan sebagaimana ALLOH menciptakan hawa karena adam iri melihat makhluk yang lain kok berpasangan.
Pernah ada suatu kisah
Nabi Ismail menikah dengan seorang perempuan. Beberapa waktu kemudian, Nabi Ibrohim mengunjungi rumah putranya ini. Dan hanya ditemui si istri. Setelah mengobrol banyak kemudian sang ayah pergi sambil berpesan,”sampaikan pada suamimu, aku tidak suka palang pintunya tolong diganti”. Kemudian Ismail pulang, si istri pun menceritakan semuanya. Mengetahui kisah itu, Ismail langsung menceraikan istrinya.
Lalu, Ismail menikahi perempuan lain. Ayahnya dating lagi ke rumahnya. Ditemui istri yang baru, kala itu Ismail juga sedang pergi. Setelah mengobrol lama. Ibrohim pulang sambil berpesan,”aku suka palang pintunya pertahankan” setelah Ismail pulang, si istri cerita kedatngan Ibrohim. Kemudian Ismail memuji istrinya.
Tahukah teman-teman apa yang dimaksud palang pintu oleh Ibrohim
Seorang dosen UNS pernah mengisi kajian
“aku sama nurul (istrinya) pernah sowan ke rumah bude. Budeku itu orang yang biasa aja. Tapi 10 anaknya itu hebat-hebat, jadi dokter, insinyur dan lulus dengan nilai yang tinggi-tinggi. Padahal rumahnya yo masih gedeg. Aku tek Tanya ma bude,”bude rahasianya opo to?mbok bagi-bagi.””rahasia opo to mas hanif””lah, ampun kayak niku bude, mbok yo cerita””oh ya ngeneh-ngeneh, mba nurul trutama ngeneh merek aku. Terutama ini buat mba nurul. Seorang perempuan itu harus tegar. Jangan sampai ada kata menyerah dari seorang ibu. Berikan perhatian yang besar. Jaga ucapan. Jangan sekali-kali ngomong ga baik untuk anaknya. Dan yang paling penting jangan pernah putus sholat malam. Doakan terus anak-anaknya. Kesuksesan mereka adalah tanggung jawabmu” oh, mba dengerin tuh. Aku dadi kemutan cerita tentang suyami (ibunya), suyami itu orang yang hebat. Dia bangun pagi jam 2-3 an. Nyiapin keperluan pegawai kemudian nyiapin pakaian buat suaminya, terus mimi e anaknya jam 7 sudah di SD ngajar. Pulang jam 1 mimi e lagi anaknya. Sore beres-beres rumah. Who hebat pokok e. sampai sekarang aku isih kagum. Kalau aku butuh duit buat bangun rumah, dia pasti kasih berapapun. Tapi kalau aku lagi banyak duit,”aja, aja, duitmu ya nggo kowe, nggo anak bojomu nganah, ibu wis cukup duit pensiunan” pesen saya buat para calon ibu. Jangan pernah berharap apapun kepada anaknya, jangan pernah, tapi berikanlah kaish sayang sebesar-besarnya kepada mereka”
Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia
Teman-teman, kisah alqomah dan malin kundang tidak lagi asing. Mereka berdua mengakhiri hidupnya dengan keadaan yang ngeri.
"Semua dosa akan diampunkan Allah, sekehendak-Nya, kecuali durhaka kepada kedua orang tua, maka sesungguhnya pelakunya dipercepat azabnya sebelum mati. (Baihaqi)
Racun..racun..racun
Mati laju darahku
memang kau racun
Ampun..ampun..ampun
Takluk sudah hebatku 2x
Memang kau racun
Wanita racun dunia
Karna dia butakan semua
Racun..racun..racun
Hilang akal sehatku 3x
Memang kau racun
Wanita racun dunia
Karna dia butakan semua
Wanita racun dunia
Apa daya itu adanya
Bener ga sih?
Michelle lulus dari Universitas Princeton dan Harvard Law School. After completing her formal education, she returned to Chicago and accepted a position with the law firm Sidley Austin , where she met her future husband. Setelah menyelesaikan pendidikan formal, ia kembali ke Chicago dan menerima posisi dengan biro hukum Sidley Austin, di mana ia bertemu calon suaminya. Subsequently, she worked as part of the staff of Chicago mayor Richard M. Daley , and for the University of Chicago Medical Center . Selanjutnya, ia bekerja sebagai bagian dari staf Chicago Walikota Richard M. Daley, dan untuk University of Chicago Medical Center.
Inggit Ganarsih, selalu setia. Mencarikan buku pesanan ke penjara. Menjadikan suaminya orator ulung dari buku yang dikirimkannya.
Fatmawati dengan inisiatifnya. Kini jahitannya adalah sebuah bendera pusaka merahputih
Diana Abbas Thalib. Pekerja keras, sholihah, anggun, pinter, bahasa asing lancar, direktur rumah sakit.
Khodijah seorang saudagar yang kaya raya
Aisyah, para ulama berpendapat andai semua ulama mekkah ditimbang ilmunya maka tidak lebih dari ilmu sang ummul mukminin.
Teman-teman tahu siapa yang menjadi suami mereka?
Seorang anak nelayan menjadi sangat cerdas dalam pelajaran. Dia sangat mengagumi gurunya? Siapa nama gurunya?
Dia pernah mendapat beasiswa ke belanda, tapi beasiswa itu harus rela ia berikan untuk agus salim. Kemudian dari curhatnya melalui surat. Kini telah kita kenal “habis gelap terbitlah terang” siapa tokoh ini?
“Sebagai perempuan Aceh, kita tidak boleh menumpahkan air mata pada orang yang sudah syahid” sebuah kata dari perempuan pemimpin perang di aceh ketika mendapati suaminya syahid. Siapakah perempuan yang berhasil membakar semangat ini?
Seorang ratu menemukan seorang bayi laki-laki hanyut di sungai, diapun mengangkatnya sebagai anak. Kemudian diadakan sayembara sebagai ibu susuan si bayi. Dan terpilihlah seorang ibu. Anda tahu siapa ibu itu?
Setelah 6 bulah mengandung kemudian suaminya meninggal, hidup sendiri dan merawat si bayi sendiri. Anda tahu bayi siapa itu?
Seorang ibu berlarian naik turun tujuh bukit mencari air di padang pasir yang kering. Anda tahu untuk siapa air yang dia cari?
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”QS. LUQMAN :14
Teman-teman berhubung tidak bisa ditambah lagu, bayangkan saja sebuah lagu terdengar di telinga kalian
Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Reff:
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang
Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan
Back to reff
Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku
Sebagai laki-laki, saya tidak akan bisa dan tidak akan pernah merasakan sabarnya seorang perempuan ketika menyusui anaknya, sambil berharap dia akan tumbuh sehat dan besar. Sebagai laki-laki, saya tidak akan bisa dan tidak akan pernah merasakan derasnya darah yang keluar setiap bulan. Tapi kalian tak pernah mengeluh, sakitnya tak lagi terasa. Itu adalah semangat yang tinggi untuk jangan pernah mengeluh pada nasib. Sebagai laki-laki, saya tidak akan bisa dan tidak akan pernah merasakan sakitnya mengandung dan melahirkan. Hanya acungan empat jempol yang itu saja tidak pernah sepadan.
Back to reff
Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku
Selamat hari ibu
Senin, 07 Desember 2009
sedikit tulisan
Sebelumnya, aku habis solat magrib dan nangis sangat kejer karena inget sama ayah ibu yang lagi di mekah sekaligus sedih karna adikku ga mau solat! Heuu. Jadilah setelah nangis aku sangat lapar, ditemenin mbah aku masak nugget dan makan dengan sayur asem.
Berawal dari pertanyaan iseng, “mbah waktu masih muda kepengen anaknya jadi apa sih? Pilot gitu atau apa?” dan darisitu cerita dimulai, jadi ceritanya si mbah dulu pengen pakde pur jadi pilot (widiih, pas banget ya sama pertanyaannya! Ehehee). Oia, sebelum lanjut, dikasitau dulu, jadi mbah putri ku ini ibunya ayahku. Beliau punya 5orang anak, pakde pur, ayahku (yanto), om nomo, om hodo, sama bule astri. Dan berlanjutlah cerita, mbah mah dulu tamatan SR aja (sekolah rakyat), mbah kakung juga. Dulu mbah sekolah sampe kelas 2SMP, tapi berhenti gara2 gak punya uang.. (duh susahnya sekolah jaman dulu). Dulu mbah kakung kerja di belitang di PU, tapi namanya juga PNS tamatan SR, gajinya ya kecil. Dulu buat nambah2, abis pulang kerja mbah kakung buat bata, ato ga kerja di sawah, begitu juga dengan anak2nya yang cowo. Jadi dari kecil mereka udah usaha sendiri.
“Trus kalo ayah dulu gimana mbah?” Katanya, ayah itu dulu pinter banget di sekolahnya! Dari mulai guru, temen2nya, sampe Bangsawan di kampong sayang sama ayah karena dia pinter. Suka dikasih buku bacaan dan sejenisnya. Ke sekolah dulu naik sepeda. Tapi si mbah buat beli satu sepeda aja harus jual sawah. Mbah juga ga punya motor (ternyata motor udah BANYAK yg punya dari jaman dulu, beda sama mobil). Sampe2 mbah diejek sama temen2 kantornya karna ga mampu beli motor. Tapi mbah cuek aja karena anak itu yg utama katanya. Mereka harus berhasil, baru mbah tenang. Dulu sekolah di kampung ga banyak yg pake sepatu. Si ayah punya satu sepatu, tapi lebih sering nyeker kalo sekolah. Buku kan masih jarang banget, jadi nulis pun ga pake buku, pake papan yang langsung hapus. (kalo dipikir2, jagoan ya org jaman dulu! Tulis langsung hapus, jadi mereka ga punya catetan, kalo mereka lupa kan ga bisa buka2 catetan, makanya hapalannya kuat jaman dulu. Anak jaman skrg mah cepet lupa, factor makanan juga sih banyak MSG nya. Ah udah ah, jd kemana2 nih tulisan! :p )
Oh iya, makan juga susah katanya. Makan ayam seminggu sekali, padahal aku disini setiap hari makan ayam. :p Pantesan si ayah suka cerewet banget kalo aku males makan. Harusnya aku tuh bersyukur bisa makan apapun bebas, tapi malah akunya yg ga mau makan. Dulu ayah mah mau makan banyak aja mikir. Pantesan dulu si ayah kurus! :P tapi sekarang ayah jadi gendut. Soalnya kalo aku, ibu, sama adek dulu ga abis makan, dia yang ngabisin! Hehee. Tapi sekarang aku tinggal jauh dari orangtua dan adikku juga udah besar, jadi si ayah ga pernah ngabisin makanan lagi tapi tetep aja gendut! Hehehee.
Perjuangan banget lah si mbah, dia bilang, mbah kakung dulu pernah bilang, “aku lulusan SR, tapi aku harus nyekolahin anak2ku sampe SMA” dan alhamdulilahnya kesampean. Seorang kampung tamatan SR yang Cuma PNS kecil akhirnya bisa menyekolahkan semua anaknya sampe SMA. Pakde pur disekolahin ke Palembang, trus dia melanjutkan sekolah perawat disana. Ayahku dibuang ke bandung, disekolahin di STM PU. Om nomo ke semarang. Om hodo sama bule astri aja yang tetep di kampung.
Selama di Bandung, ayah Cuma dikirimin 60ribu sebulan untuk makan, bayar kos, sama bayar sekolah. Waah, jagoan! Sekarang aku aja satu juta sebulan buat makan sama jajan sama fotokopi doang. Beli buku minta lagi, bayaran minta lagi, kosan juga, trus kalo ada yg insidentil2 juga minta lagi. Kalo dipikir2 boros banget ya aku. Gaya hidupnya ga bisa diubah, ga bisa jadi anak kosan. Anak kosan aja gini apalagi ntar. Harus berapa penghasilan aku? Tiga juta minimal kayaknya. Hehee. Itu buat aku sendiri. Kalo udah berkeluarga, minimal kayanya 7juta deh sebulan. Makanya aku mau mencari suami yang sepadan, yang bisa ngimbangin aku, tapi juga bisa ngedidik aku supaya ga boros! Hehehee. :p
Sampe akhirnya ayah bisa kuliah s1, trus s2, itu juga karna usahanya sendiri. Subhanallah ya, orang2 jaman dulu pada tangguh! Dan karna pengalaman juga, ayah bener-bener pengen anak-anaknya makmur, makan yang banyak yang bergizi, sekolah di tempat yang bagus, walaupun mahal dan bayarnya mpot-mpotan, pengen anaknya beragama dan berhati sensitive dan baik ke semua orang. Ayah selalu berusaha mencukupi itu semua, sehingga keluarga kami cukup tapi tidak berlebih. Selalu cukup kalo aku minta lagi uang jajan, kalo aku minta lagi duit beli buku kedokteran yang tebal dan mahal, stetoskop yang hampir 1juta, selalu cukup untuk pendidikan, semahal apapun. Ayah ga ngajarin untuk lebih dalam hal jalan-jalan, foya-foya, punya mobil sendiri waktu kuliah, atau bersenang2, tapi ibu yang ngajarin itu! Hehee.
Ayahku, dari pengalamannya juga jadi orang yang sangat baik ke semua orang, disayang sama masyarakat di sekitar rumah, anak buahnya, pokoknya orang-orang di sekitarnya. Ayah yang sabar, selalu jadi panutan, tapi sangking sabarnya jadi kita yang gregetan karna ayah ga gerak2! Ayah yang saying sama keluarganya, protektif tapi nggak over. Pengen banget punya suami kayak ayah. Love you dad!
Aku suka merasa jahat banget sama ayah sama ibu. Aku males banget belajar, ga rajin. Aku mulai jenuh belajar sejak di FK. Entah kenapa, meskipun aku masih bisa mempertahankan IPK ku diatas 3, tapi tetep aja aku merasa aku sangat ga maksimal. Bukan aku banget yang udah puas Cuma dapet IPK segitu. Aku yang biasanya ambisius selalu mau jadi yang terbaik, yang termasuk jajaran atas top ten, sekarang ga punya motivasi itu lagi. Gatau, aku capeee, tapi semakin aku begini semakin aku merasa bersalah! Bener-bener, aku bukan orang yang bisa dikontrol! Tinggal nge kos, membuat aku merasa jadi semakin liar. Liar organisasi, pulang malem terus, ga belajar, dan prioritas utamaku adalah organisasi! Owwwwww GOD! Ya Allah, tolong aku, jagain aku terus..
Ngedenger cerita mbah itu aku jadi sedikit tersadar dan lumayan men charge semangat buat belajar. Apalagi bentar lagi mau ujian. Hayuu cha, bismillah!
Berjuang. Berusaha. Semangat. Bismillah!
Salsabila Firdausia, (DR.,dr., SpPD, MPH)
Rabu, 08 Juli 2009
Saatnya Beraksi! ^^
Dimulai dari pemilu legislative yg kemarin. Aku terdaftar di Lampung, tapi karma libur Cuma 4hari, jadi saying banget pulang Cuma untuk nyoblos. Jadinya aku main ke Jakarta ke rumah bi widya. Nahh, ternyata disana ada suara mbak tuti yang gak kepake karma mbak tuti uda pulang kampong! Jadi wehh aku pake. Hehee. Tapi karma caleg buat banten dan pamulang, jadi aku gak terlalu ngeh milih yg mana..
Sekarang nih, aku bisa milih beneran di bilik deket rumah. Mengupas banyak hal tentang para capres dan cawapres Indonesia. Udah dipelajarin, kalo ibaratnya syaraf mah dicari dari ujung syaraf afferent terpanjang di kaki sampe cortex cerebrum. Pokoknya mencari calon pemimpin bangsa yang terbaik. Pemilu pertama nih buatku, jadi harus maksimal dan bener! :D
Megawati Soekarno Putri sosok yang besar di lingkungan serba sulit. Terutama setelah ayahnya meninggal dan tampuk kekuasaan dipegang oleh Soeharto. Dari mulai ayahnya dibunuh perlahan-lahan sampe kehidupan keluarganya ditekan oleh sang Bapak Pembangunan. Pendidikannya yang Cuma sebatas SMA pun bukan kemauan dirinya. Setiap beliau daftar di universitas, pasti jawabannya adalah penolakan tanpa alas an yang jelas. Bukan hanya beliau, tetapi semua saudaranya begitu.
Berangkat dari kondisinya itu yang selalu tertekan, beliau pun membangun massa untuk merebut kembali kekuasaan yang telah hilang, juga untuk menegakkan kembali keadilan dan kesejahteraan semua kalangan.
SBY seorang doktor yang cerdas, cocok banget jadi pemimpin bangsa ini. Karirnya di kancah perpolitikan pun gak usah diragukan lagi. Begitu juga dengan wakilnya, Boediono, yang sama2 cerdas dan berjuang dari hanya rakyat biasa. Tapi bayang-bayang neoliberalisme dan istri2 mereka yang bukan beragama islam, menjadi halangan bagi bergelintir orang di Indonesia ini.
JK cerdas, pemimpin yang bagus, bukan berasal dari keluarga yang susah. Tapi, jadi menurut aku kurang menjiwai seperti Megawati dan SBY. Tapi kelihaiannya gak usah diragukan lagi, bisa dilihat dari karirnya yang seorang pengusaha sukses. Sangat keren!
kalau dilihat-lihat dari jawaban debat capres, aku setuju dengan pendapat temanku di milis IC yang bilang gini :
"Mengenai jawaban berisi, saya punya kesimpulan lain. SBY itu kalau dilihat dari analisis konten kata yang dia keluarkan, selalu normatif. Dominan normatif tepatnya. Yang sering terdengar seperti ini, "Kalau ada yang belum bagus, kita perbaiki, ....kita tingkatkan, ......kita dorong, ....kita review, bla bla bla. Kalau JK, di tiap menjawab pertanyaan, selalu ada contoh kongkret kebijakannya. Misalnya, untuk masalah pluralisme mengancam persatuan bangsa, salah satunya dengan adanya PNS Nasional yang bisa dipindah daerah, agar ada pertukaran values and culture diantara PNS se Indonesia. jadi, setelah menjawab secara umum, biasanya JK selalu kasih jawaban kongkret. karena pertanyaan dari moderator, apa yang bapak lakukan...Begitu juga dengan jawaban soal pertumbuhan bangsa yang meningkat pesat (masalah KB), otonomi kebablasan, politisasi birokrasi dan konflik pilkada, dsb."
Dilema diantara 3 pasang kandidat. Huffh, bagi sebagian orang yang sudah dicuci otaknya oleh salah seorang kandidat, pasti dengan yakin akan memilih kandidat tersebut tanpa melirik yang lain. Apalagi cuci otak dengan menggunakan uang dan iming-iming janji. Huuuhh, capek dehh!
Tapi bagi sebagian yang lain, yang merupakan golongan netral, akan mencari kebaikan sebanyak2nya dan mencari kekurangan yang sekurang2nya dari ketiga kandidat tersebut. Dilihat dari sepak terjangnya, program kerjanya mana yang realistis mana yang tidak, dan lain-lainnya. Tapi tidak dilihat dari visi misi, karena semuanya hamper sama.
Yok ayokk kita milih! Semoga semuanya bisa berjalan dengan baik.. meskipun kisruh DPT dimana-mana, bisa nyontreng pake KTP dan sebagainya, dan pemalsuan jumlah suara di banyak TPS di seluruh Indonesia, bagi kita yang tahu, kita semua tetep harus menjadi pemilih yang gak asal pilih, karna suara yang kita berikan akan dipertanggung jawabkan sama Allah (aku sih takut banget kalo aku asal milih, ntar di akhirat aku disiksa, karna aku bertanggung jawab terhadap masa depan rakyat Indonesia :D).
Pokoknya, jangan golput, karna satu suara pun sangat berarti untuk masa depan Indonesia.
Sabtu, 20 Desember 2008
pembatalan rencana
Rabu, 10 Desember 2008
finally!!!
ujian sistem reproduksi 10 SKS uda selese...!!!
hahahaaa. Bisa bernafas lega,,
yihaaaaa!!! :D
(berasa ga ada ujian ajah! Padahal masih ada compre BHP/bioetik besok! Heuehuuuu)
ah tapi ada satu lagi yg masih jadi masalah,,,
dana untuk munas ISMKI ke jogja belum turun!!!! ah tidakkk!!!! padahal jumat malam kita uda berangkat. Hiksssssssss..... HOW COME?????? huahuaaaaa!!!!! siapa yang bisa nalangin SEBELAS JUTA RUPIAH untuk kami,,,,????? heueheuuu. Smoga aja besok ato lusa uda bisa turun... kalo enggak, yaaa sudahh deh, senat 2009 ga akan mengirimkan wakilnya kesana,, hikss. Trus, nama UNPAD akan tidak terdengar karena ga dateng MUNAS. Huaahuaaaaa. Tidaakkk!! (heheeee. Lebay mode on)
Selasa, 25 November 2008
Resolusi 19
Subhanallah, dari luar, pasti orang-orang menyangka kalau aku adalah orang yang sama. Tapi sahabat-sahabatku Sofa, Monik, Maryam, T’ Putnad, dan Fitria tahu gimana aku. Hwahh, berdiskusi dengan banyak orang, berpikir, dan kemauan untuk pengembangan diri adalah hal yang paling utama yang aku lakukan.
Sofa bilang, ”Wahh, cha2 progress pengembangan dirinya signifikan yah! Sekarang udah beda omongannya”. Hmmh, Alhamdulillah banget!!
So, what’s my 19 resolution?? The answer is persiapan untuk Desember 2009. Hahaaa. ;p
XOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOXOX
Jumat, 21 November 2008
Kisah Tukang Pecel pinggir jalan
Ceritanya, aku, ibuku, dan teman ibuku lagi abis dari supermarket, trus pas mau jalan ke mobil, eh ada tukang pecel di pinggir jalan yang menggoda iman.. (waktu itu sekitar jam 12an, kondisinya sangat terik dan perut pun sangat keroncongan). Jadilah kita nyamperin tukang pecel itu dan terjadilah percakapan singkat.
“Ibu pecelnya 2, trus 1 lagi dibungkus yahh” (teman ibuku)
“monggo neng. Ini mau pake sayur semuanya? Ada yang ga mau ga?” (beliau)
“ga usah pake kates (pepaya.red) bu! Trus kangkung juga, soalnya saya asam urat” (teman ibuku)
“kalau saya semuanya aja bu, campur!” (aku)
“nggeh nak..”(beliau)
(Membuka percakapan sambil si ibu meraup sayuran)
“ibu yang orang yogya ya bu??” (ibuku)
“wah iyaa. Aku wong jogja! Wong mantuku cah prambanan!” (beliau)
(loh, jawabannya agak kurang sinkron. Si ibu mulai curhat. Heee.)
”iyah, kebetulan tetangganya temen saya bu!”(ibuku)
(ini lagi, malah nyambung ajah. Hehee. Ternyata usut punya usut, ibuku uda pernah ngobrol sama ibu tukang pecel itu sebelumnya. Tapi kayanya nenek penjual pecel itu -aku panggil nenek aja, soalnya uda tua banget- uda lupa sama ibuku. Ckckck.)
”saya jualan disini dari tahun 64”(beliau)
(curhat dimulai lagi. bayangkan, uda berapa taun ibu ini jualan pecel kayak gini??)
”dulu saya jualannya ga disini”(beliau)
(sambil menyebutkan nama tempat, tapi aku lupa namanya apa)
”nak, ini bumbunya ibu banyakin yah! Wenak loh!”(beliau)
(memuji makanan sendiri. Tapi ternyata pas kita lihat, dia uda buat pecel untuk kita yang 2 biji dengan jumlah yang bikin eneg kalo ngeliatnya. Abisnya edan banget itu bukan porsi 1 orang! Itu porsi 10 orang kaleee. Trus pas diliat, bumbunya juga buanyak bangett! Gila lah! Untung aku makannya berdua sama ibuku, jadi ga banyak2 amat lah. Hehehee)
”iyah bu” (aku)
(kita Cuma iyah2 ajah sambil memandang tak berdaya ke tangan si ibu yang masih asik masuk2in sayur dan bumbu pecel ke daun pisang. Harap diketahui, kita makannya pake daun pisang, pake tangan pula! Ckckcck)
”yang dibungkus ini ibu banyakin lagi yah”(beliau)
(dan ternyata memang benar! Yang dibungkus itu porsinya jumbo abiss! Wah kesenjangan sosial! Kalo gitu besok2 pesennya dibungkus ajah biar lebih banyak! Hahaaa. Dan itu dibungkus untuk supir aku, yah sesuai lah dengan porsi makannya. Hehehee.)
”udah neng, nih tempenya diambil juga! (sambil ngasih 3 biji tempe goreng yang ukurannya gede banget) Oia nak, jangan lupa kerupuknya juga! (sambil ngasih 1 bungkus kerupuk isi penuh ke aku. Dan semua kita bayar hanya dengan 20riu rupiah. Ckckcck )”(beliau)
Aku, ibuku, dan teman ibuku pulang dengan hati bahagia. Udah mah si nenek itu baik banget, trus loyal banget. Padahal mah kalo diitung-itung, berapa sih penghasilan seorang tukang pecel seharinya? Apalagi dia Cuma jualan pecel, ga da kerjaan yang lain, trus setelah aku mendengar cerita dari ibu aku (yang ternyata dia masih inget percakapannya dengan nenek pecel itu yang entah kapan dilakukannya), aku makin terharu. Ternyata yah, beliau itu dari dulu selalu bersemangat dalam berjualan pecel! Selalu ceria, Ga kenal lelah, ga kenal waktu, ga bosen-bosennya, dan yang paling penting, ga beda-beda percakapannya dengan tiap orang! Hehee. Abisnya usut punya usut, ternyata obrolan beliau dengan kami ini sama dengan apa yang diomongin sama ibuku dulu2. wkwkwk. Tapi patut diacungin jempol lah! 2 jempol! 4 jempol malah pake kaki naik ke atas. Heee.
Subhanallah sekali, aku langsung membandingkan dengan diriku. Aku yang bosenan, yang suka maen tinggal ajah kalo uda bosen. Aku yang ga bisa jaga tampang, pasti keliatan kalo lagi bete. Padahal kan kalo ada orang lagi bete, ngeliat aku bete malah tambah bete jadinya! Hahaa. Aku yang kadang pelit kalo lagi ga ada duit! (hahaa, ya iyalah, pasti smua orang juga pelit. Wong ga ada duit, apa yang mu dikasih! Hihiii) Dan dibalik semua itu, alhamdulillah aku bisa memetik hikmahnya.
Wah keren abis ya, hanya dari seorang tukang pecel, kita bisa introspeksi diri. Padahal, tukang pecelnya sendiri ga bermaksud untuk membuat orang lain mengambil hikmah darinya. Heueheuu. Nah, bisa ga kita jadi orang kayak gitu...?? ^^
Minggu, 09 November 2008
subhanallah,,,
cerita selengkapnya di next posting yaaah. ^^
_selalu ada hikmah di setiap celah yang kau temui_
Selasa, 04 November 2008
capekkk!!!
Pertama aku udah mengundurkan diri dari LSM Mitra Citra Remaja/MCR Jawa Barat karena aku merasa aku bakalan capek bolak-balik ke bandung dan karena mulai banyaknya kegiatan di kampus sendiri. Padahal yah, banyak keuntungan yang didapet dari MCR. Nambah temen dari selain FK itu pastinya, trus jadi tahu gimana seluk beluk kota bandung dan bisa nambah wawasan tentang dunia reproduksi dan AIDS dan juga gimana permasalahan yang real tentang RA tersebut di masyarakat. Aku pengen aktif lagi ato at least maen2 kesana dan memberikan sedikit kontribusi disana. Tapi kapan??? Pengenn bangett sekali ajah berkontribusi disana!! Melakukan penyuluhan, bergaul dengan teman-teman disana, dan mencari-cari informasi untuk ke jenjang yang lebih tinggi (kayak cari-cari tau tentang Mercy ato BSMI, aku pengen banget masuk situ..) ^^
Yang kedua yang udah aku tinggalin adalah Bina Desa BEM Unpad. Aku masuk di bidang pendidikannya, tapi lagi-lagi aku merasa ga sanggup. Aku Cuma tahan melaksanakan tugasku selama 3x pertemuan. Ya itu, karna aku ga siap untuk total karna banyak hal lain yang dikorbankan kalo aku total disana.. untungnya aku bukan PJ tetap, aku Cuma PJ sementara untuk 1-2bulan awal, mulai dari forming sampe pelaksanaan kegiatannya, setelah itu aku balikin lagi ke PJnya yang selama 1-2bulan itu berhalangan hadir. Tapi tetep aja, harusnya kan kontribusi aku terus menerus sampe selesai, toh Cuma sampe desember, tapi tetep ajah, ga bisa....
Yang ketiga yang (kayaknya) akan aku tinggalin adalah CIMSA. Why??? Padahal itu tempat yang potential buat aku, buat mahasiswa kedokteran lainnya. Padahal kalo mau, aku bisa aktif banget disana. Bisa jadi LO nya ato bahkan jadi pengurus nasionalnya (bahkan aku pun sekarang sebenernya lagi jadi pengurus nasionalnya). Ada acara nasional besar yang bakal diadain di CIMSA Unpad bulan februari besok, tapi lagi-lagi kali ini aku ga bisa berkontribusi apa2, padahal harusnya ini jadi tanggung jawab aku. Lagi-lagi aku menolak untuk jadi sekretaris NLS (nama acaranya). Padahal, to be honest, aku suka banget dengan kegiatan-kegiatan CIMSA.
Yang keempat yang (masih akan) aku jalanin adalah PSM. Ini tuh Cuma UKM, tapiii..... banyak banget jobnya. Kegiatan rutinnya Sumdok(sumpah dokter) yang ada setaun 4x, trus ospek, kaderisasi anggota baru, nyanyi di brevet spesialis, trus insidentalnya kayak kemaren, nyanyi di Mukernas IDI nasional di hotel horison. Trus.. trus... latihannya sampe jam 6-7an, apalagi kalo pas mau tampil, tiap hari latihannya! Dan bulan-bulan ini adalah bulan yang sibuk karena kemarin nyanyi di IDI nasional, trus tepat sebulan lagi di sumdok 1 angktn 2002. butuh banyak latihan karena ada 3lagu baru yang akan dinyanyiin selain 8 lagu wajib lainnya.
Yang kelima (yang nyaris aku tinggalin) adalah DKM Asysyifa.. kayaknya aku salah milih divisi kali yah! Sekarang di DKM aku masuk ke divisi kaderisasi, yang nauzubullahnya bulan-bulan ini menjadi bulan sibuk kita karena lagi mengkader anak2 2008 yang mau masuk DKM. Tahu kan gimana riweuhnya mengkonsep kaderisasi dan melaksanakannya di bulan november ini..?? huhuuu. Satu-satunya yang bikin aku betah di DKM adalah karna aku ngincer BanMed nyah. Heuheuuu. Makanya DKM ini harus tetep aku pertahanin!
Yang keenam (yang insyaAllah ga akan aku tinggalin) adalah Hublu senat FK Unpad.Sebenernya anggota Hublu yang bener2 Cuma 4orang, aku, tami, thumz, ma yogi, tapi yogi lagi sibuk2nya dengan SCORPnya, thumz sama SCORAnya, dan Tami yang ternyata anak BPM (sebenernya ada lagi, Teh Anggi, ktuanya, yang sibuk dengan tahun keempatnya, teh nurul dan kk2 2005 yang lain yg juga sibuk dengan taun keempatnya jadi ga bisa banyak berkontribusi. Jadilah aku hublu tunggal! Hiksss!) Nahh ni dia nih banyak kerjaannya lumayan. Jadi hublu itu ga Cuma sekedar jalan2, tapi juga mengurus keberangkatan pendelegasian, membentuk suatu tim, dan mengkaji untuk apa tim itu berangkat. Ngurusin ISMKI (Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia), hubungan dengan BEM Unpad dan fakultas2 lain di Unpad, dan (kayaknya) akan memberi sedikit kontribusi di JMKI (jaringan Mahasiswa Kesehatan Indonesia) untuk kepengurusan berikutnya (rencananya aku ma teh anggi). Apalagi sekarang akan ada Muswil ISMKI wilayah 2 tgl 15-16 nov ntar, trus munas di UGM bulan desember ntar selama 1mggu. Heuuu, betapabetapaaaa banyaknya hal yang mau aku urus bulan november ini....!!!
Yang ketujuh (yang gatau akan terealisasi ato ga) adalah misi 3 benua (lebay, apaan tuh 3 benua?! Hehee) yang aku buat dengan t putnad. Yang (sebenarnya) butuh banyak bantuan dari teman2 yang lain. Huks! So far sih Cuma aku n t putnad yang tau keadaannya, tapi aku akan menarik orang2 untuk ikut berkontribusi di dalamnya.. heuu, semoga bisa terealisasikan.
Senin, 18 Agustus 2008
FK
Aku Bosen banget dengan siklus kehidupan seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran, yang setiap harinya kuliah, dengan banyak hapalan dan bacaan. Bukan Cuma satu buku dalam seminggu, tapi bisa sampe 2-4 buku yang mesti dibaca sebagai referensi kasus dengan tebal yang nggak kurang dari 5 cm. Sampe saat ini, udah 10 buku-an lebih yang jadi referensi kami. Heu. Semangat!
Hmh, pelarian? Yup, aku mencari pelarian. Aku bukan tipe orang yang betah baca buku hapalan berjam-jam, dan hasilnya adalah… tarraa!!! Aku ngikutin semua kegiatan kepanitiaan kampus dan aku jadi agak tertinggal di pelajaran. Jadi capek teu pararuguh jadinya. Heuuu.. abis aku bener2 bosen. ga bisa untuk diem, duduk, dan belajar dengan tenang.
Dokter? Profesi mulia, profesi yang katanya paling mendapat tempat di hati masyarakat. Tapi, bener2 ngebosenin kalo 4 taun ini diisi sama ngafal.. ngafal.. dan ngafal.. ajah. Uda bosen banget!! Heu.. gimana ni,, parah banget kalo uda gini, ga mau belajar, ga mau ngapa-ngapain! Bawaannya hedon (hedon makanan maksudnya, aku mah ga trlalu suka belanja-belanja sendiri, kecuali kalo sama si ibu ma ayah! Hweee). Bayangin, makan sehari bisa 4 kali, trus malemnya jajan roti kukus, ato yoghurt, kue-kue alif ato densura. Bisa hamper tiap hari makan-makanan kaya cherish, kedai steak n shake, café si samping kosan, trus yang sejenis itu lah. trus berjalan-jalan entah kemana-mana bareng anak-anak kosan yang juga sama hedonnya dalam hal makanan! Haduu, gimana gak bokek gw!!!
Tapi bagusnya ni, kalo lagi sadar aku ga jajan yang mahal-mahal, tapi masak sendiri. Lumayan lah latihan taste supaya lebih enak. Kalo Masak sih uda bisa, kan mau jadi istri yang baik ceritanya,, hakhak. Yauda, jadi bagus kan, meningkatkan keahlian dalam hal memasak. Jarang-jarang loh ada bu dokter yang pinter masak! Ahaha.
Yak, walopun sekolah tinggi-tinggi, teuteup lah gw jg tau kodrat gw sebagai cewe yang punya kewajiban sebagai ibu rumah tangga. Ibu dokter juga harus bisa jadi accounting keluarga, koki rumah, tukang beres-beres rumah, guru dan pencetak generasi-generasi yang cerdas, baik, dan berguna bagi agama, bangsa, negaranya. Hakhak, gaya banget kan aku, udah siap banget jadi isteri kayak mau nikah besok ajah. Heuu. Tapi yang paling penting yaa itu, akunya sendiri jadi dokter yang baik, yang sesuai dengan minded dan harapan aku dan keluarga aku dan juga mencetak penerus-penerus yang lebih baikk dari aku.